PEDOMAN PRAKTIK KONSELING INDIVIDU
Pendekatan : Gestalt
Teknik : Exaggeration atau Latihan Melebih-lebihkan
No
|
Tahapan Konseling Gestalt
|
Peran Konselor
|
Teknik Latihan Melebih-lebihkan
|
KDK
|
1.
|
Membangun hubungan
|
Ø Konselor
menciptakan tempat yang aman dan nyaman untuk konseli.
Ø Konselor
membangun suasana yang kondusif untuk konseli.
Ø Konselor
membangun kepercayaan terhadap konseli.
Ø Konselor
membangun komunikasi yang terbuka terhadap konseli.
Ø Konselor
bekerjasama dengan konseli untuk membuat rencana konseling.
|
||
2.
|
Mengidentifikasikan dan Pengeksplorasikan
problem
|
Ø Konselor
mengidentifikasi masalah konseli secara sepesifik dan obyektif.
Ø Konselor
mengeksplorasi masalah konseli untuk memahami sepenuhnya masalah dan latar
belakangnya.
Ø Konselor
mengintegrasikan informasi secara sistematis menjadi sebuah profil penuh makna
mengenai konseli dan masalah konseli.
|
||
3.
|
Merencanakan
pemecahan problem
|
Ø Konselor
mengidentifikasi masalah.
Ø Konselor
mengidentifikasi dan menata solusi yang memungkinkan.
Ø Konselor
mengeksplorasi konsekuensi solusi yang
diusulkan bersama.
Ø Konselor
memprioritaskan solusi/teknik yang paling tepat dan disepakati.
|
Mengidentifikasi problem :
Ø Konselor
melihat keadaan konseli saat penyampaian masalah, apakah muncul keganjalan
perilaku verbal maupun non verbal.
“contoh tingkah laku non verbal yang tergolong dalam kasus ini antara lain adalah: selalu
gemetaran, menggoyang-goyangkan kaki/tangan, dll. Kebiasaan verbal mengucapkan kata-kata tertentu
secara berlebihan.”
Ø Konselor
menanyakan masalah keganjalan perilaku konseli (masalah verbal maupun non verbal)
|
|
4.
|
Mengaplikasikan
solusi dan penutupan konseling
|
Ø Konselor
mengaplikasikan solusi/teknik pada konseli.
Ø Konselor
memantau perkembangan konseli untuk menentukan tindak lanjut.
Ø Konselor
mengakhiri proses konseling.
|
Mengaplikasikan teknik
melebih-lebihkan :
Ø Konselor
meminta konseli untuk mengulangi secara terus-menerus sampai jenuh masalah
keganjalan perilaku yang muncul (verbal
maupun non verbal)
Ø Konselor
meminta konseli untuk berkisah/menjelaskan mengenai keganjalan perilakunya.
Ø Konselor
meminta konseli menyadari masalahnya.
|
Daftar
Pustaka :
Suhendri dan Dini Rahmawati. 2018. Pendekatan Konseling. Yogyakarta: Magnum
Pustaka Utama
Hendrarno, Eddy. 1988. Pendekatan Gestalt Dalam Konseling.
Semarang: Silas Press

Tidak ada komentar:
Posting Komentar